Waspada, Ada Dokumen yang Diminta Mendadak Ketika Wawancara Beasiswa!

Google Adsense Here

Infobeasiswaterbaru.com – Masih membahas mengenai tes wawancara beasiswa yang memang sangat pelik dan harus  disiapkan dengan sangat total. Selain harus banyak latihan seperti yang sudah dibahas di artikel yang lalu, tes wawancara juga harus mempersiapkan prediksi pertanyaan dan mentalitas.

Google Adsense Here

Kali ini kita bisa share pengalaman dari mahasiswi bernama Mahening Citra Vidya di laman PPI Belanda ketika tes wawancara  beasiswa unggulan Dikti tahun 2012. Ternyata ada dokumen yang diminta di luar syarat kelengkapan yang ditanyakan tim wawancara dan harus dipenuhi. Mahasiswi ini memenuhi permintaan dokumen dadakan tersebut  dalam tempo 2,5 jam.

Hal-hal yang perlu di waspadai dan harus siap saat tes wawancara beasiswa

A. Latihan wawancara yang benar-benar total

Dalam tes wawancara ini, Vidya harus melibatkan semua orang yang berkaitan dengannya seperti dosen, teman yang kuliah di luar negeri, juga saudaranya selain harus rajin latihan monolog / bicara sendiri dengan bahasa Inggris. Dia juga melakukan latihan wawancara jarak jauh dengan skype.

B. Latihan Wawancara Beasiswa seperti melakukan ‘pembantaian’

Mahasiswi dengan predikat  Master di bidang Mechanical Engineering ini sempat juga diasah mentalnya oleh orang yang membantu dalam latihan yaitu kedua saudaranya. Saat simulasi wawancara, mereka memberikan pertanyaan cepat tak terduga. Setiap jawaban Vidya dikritisi dan dibantai habis yang  ternyata sangat bermanfaat di hari H tes wawancara.

C. Tim penyeleksi biasanya menyela dan Jawaban Lancar

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa mahasiswi ini  juga mendapati pewawancara yang kerap menyela kalimat jawabannya. Maka, ketika menjawab, akan lebih baik untuk berbicara lebih lambat tapi lancar dan jelas. Ini disarankan karena berbicara cepat tapi terpatah-patah akan terkesan gugup dan tidak meyakinkan. Maka diperlukan latihan secara berkala agar terlatih dan bisa menjawab dengan lebih baik serta penuh  percaya diri.

D. Membuat Rencana Keuangan

Selain berbagai pertanyaan dan alasan mengapa memilih Univesity of Twente, program riset, dan kemampuan bahasa, juga muncul pertanyaan tentang “Living in Europe is expensive, isn’t it?”. Hal ini diluar dugaan, Vidya-pun ternyata tidak terlalu shock karena sudah  menyiapkan perhitungan keuangan sebelumnya.

E. Tim penyeleksi meminta Proof of Advisorhip

Ini mungkin juga diluar syarat tertulis yang harus dipenuhi, yaitu keterangan kesediaan pembimbing atau biasa disebut dengan proof of advisorhsip. Maka, perlu juga disiapkan surat keterangan ini, akan lebih baik ada jika diminta daripada tidak ada. Mengantisipasi wawancara memang harus dengan strategi yang matang dan persiapan yang detail.

Ditengah wawancara tersebut inilah permintaantentang proof of advisorhsip yang sangat mendadak.

“I have contacted a professor in Twente by email, is it sufficient? But I do not bring it right now, so may I print it…”
“Sure. Bring it here before 12 o’clock. I’ll be here.”

Tudak adanya sarana dan fasilitas print disekitar tempat wawancara, Vidya pun pulang ke kos dan mencetak email percakapannya dengan professor yang membimbingnya lalu kembali tepat waktu. Namun ternyata pewawancara tetap meminta surat pernyataan dari professor yang bersedia membimbing program tesisnya. Kemudian surat tersebut bisa disusulkan. Permintaan dokumen mendadak itu juga sebagai cara untuk melihat keseriusan peserta dalam memenuhi deadline.

F. Bocoran pertanyaan pada Wawancara Beasiswa

Berikut beberapa pertanyaan yang dibagikan Vidya

  •  “Living in Europe is expensive, isn’t it?”
  • “Can you speak Dutch? No??”, “Then how can you be sure that you can finish your master programme there?”
  • “Why do you choose Netherlands?”
  • “Are you sure you can live there?”
  • “And now you choose a specialization that is not related at all with your previous bachelor project??”
  • “Let’s see your research proposal.. From all of these references, is there any publication written by a Dutch man?”
  • “Then why do you choose Netherlands?”
  • But why do you choose University of Twente?”, “Oh, I do know a better university for mechanical engineering, in Germany.”
  • “This university is not the best one in Europe. Why don’t you aim higher?”

 

Demikian hasil Sharing tentang wawancara beasiswa dari mahasiswa yang sudah berpengalaman dalam mengajuan beasiswa di Belanda, semoga membantu teman-teman yang sedang memproses beasiswa. Selamat berjuang.

Google Adsense Here